Skip to content
Blog Fathoniarief
Blog Fathoniarief
  • Home
  • Salam Pembuka
  • Tentang Fathoni Arief
  • Indeks Daftar Artikel
Blog Fathoniarief
mbah lestari

Kisah Mbah Lestari

admin, Juli 25, 2024Juni 12, 2025

 

Suatu waktu, saat masih aktif sebagai jurnalis saya mendapat tugas liputan. Saya meliput panti jompo yang menempati sebuah rumah kecil berlantai dua di Jalan Kramat V, No. 1C, Salemba, Jakarta. Di sana saya bertemu Mbah Lestari. Di Panti inilah 15 orang korban peristiwa 65 menikmati masa-masa senjanya.

Dengan pandangan menerawang masa lalu dan ekspresi pilu Lestari bercerita kisah masa lalunya.” Ceritanya awal saya ditangkap ngeri,” katanya. Lestari muda seorang aktivis Gerwani. Ia berasal dari Bojonegoro Jawa Timur. Sejak muda ia sudah senang berorganisasi. Waktu usianya menginjak 20 tahun, ia sudah ikut konggres Gerwani di Surabaya.

Setelah peristiwa 30 September 1965 meletus, nasib Lestari sekeluarga berubah. Mereka, dimasukkan dalam kategori yang harus ditangkap. Ia melarikan diri bersama anaknya yang baru berumur dua tahun. Tahun 1967, Lestari tertangkap oleh tentara di pantai Blitar Selatan. Dalam peristiwa itu Lestari kehilangan anaknya yang baru berumur dua tahun untuk selama-lamanya. Ia kemudian ditahan selama 11 tahun di Malang. ” Saya ditahan di LP khusus perempuan, jalan Merdeka Timur,Malang. Sekarang sudah berubah menjadi Ramayana. Itu dulu simbah ditahan di situ mulai tahun 1968 hingga tahun 1979,” kata Lestari.

Ia dibebaskan tahun 1979, namun sang suami divonis mati dan mendekam di penjara Surabaya hingga meninggal pada 1984 karena sakit. Perkenalan Lestari dengan tokoh Gerwani Sulami, mengantarkannya ke Jakarta pada awal 2000. Di Jalan Kramat Raya V mereka mendapatkan sebuah rumah dari keluarga Manado. ”Tahun 2003 pindah rumah sini, tapi rumahnya tak sebagus ini. Sudah reot, semua bocor. kalau hujan ya sudah, ngeri ,” katanya.

Berkat bantuan berbagai pihak akhirnya rumah reot itupun dibangun lagi. Setelah memakan waktu beberapa bulan rumah itupun selesai dibangun. Prosesi peresmian waktu itu oleh Abdurrahman Wahid. ” Memang menjadi suatu berkah dari Tuhan yang maha agung telah memberi pengayoman kepada para korban 65,” kata Lestari.

Di Panti Jompo Waluya Sejati Abadi ada 15 orang korban peristiwa 65. Mereka rata-rata berusia mendekati 80 tahun. Mereka masih aktif dengan berbagai kegiatan seperti menyempatkan membaca koran tiap pagi, mengikuti berbagai program televisi dan berita sebagai acara favorit.

Selain harus hidup bertahun-tahun di bui, menanggung stigma negatif dan dikucilkan dari masyarakat banyak diantara para korban yang terpaksa harus berpisah bahkan kehilangan orang-orang yang dicintainya. Lestari termasuk yang harus kehilangan dua orang anaknya. Waktu di Blitar selatan ada operasi yang gencar oleh militer yaitu operasi Trisula. Anak Lestari yang paling besar namanya Genduk. Waktu ditinggal, dia berumur 4 tahun, hingga saat saya bertemu Mbah Lestari ia belum bertemu Genduk.

Jakarta, 2008

 

Kisah ex G30smbah lestari

Navigasi pos

Previous post
Next post

Related Posts

Kisah

Cerita Malam Ini

Juli 20, 2024Juli 20, 2024

Jika suatu saat kau lelah, berhentilah sejenak. Tak ada salahnya sekedar menarik nafas, duduk melihat jauh kedepan membayangkan banyak hal yang kan terlewatkan begitu saja jika berhenti.

Read More
Kisah

Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Mei 23, 2025Mei 23, 2025

Libur mingguan saya kali ini saya habiskan di depan layar komputer, ditemani lantunan tembang lawas yang menenangkan. Sabtu adalah hari libur rutin bagi saya. Biasanya saya manfaatkan untuk melepas lelah, beristirahat, dan ,jika sempat, menulis di blog ini. Sudah cukup lama rasanya blog ini terbengkalai. Tidak ada cerita-cerita baru yang…

Read More
Kisah

Pengalaman Naik Pesawat Pertama Kali dan Misteri Botol Berlabel “S”

Juni 2, 2023September 4, 2024

Dalam hati saya bertanya ini apa ya? Nyaris saja saya menabur botol bertulis S ke kopi, sebelum seorang pramugara datang membagikan gula dalam kemasan kantong kertas.

Read More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Galeri

Rubrik

  • Esai & Gagasan
    • Aneka
    • Arsitektur Vernakular
    • Cagar Budaya
    • Ekologi Budaya
    • Kampung Kota
    • lansekap
    • Sapa
    • Transportasi
  • Karir & Produktivitas
    • Tips Menulis
  • Kehidupan & Refleksi
    • Kisah
  • Perjalanan
    • Cerita Dari Kota Tua
  • Sastra & Cerita Pendek
    • Cerpen
    • Film

Kata Kunci

Arsitektur Arsitektur Vernakular bantuan Naskah Belajar Menulis Brand Story Telling Cagar Budaya cerita dari bayah cerita pendek Cerpen Cerpen bintang Cerpen Fathoni Arief Cerpen Tentang Ayah dunia kepenulisan gerbong senja Guru Daerah Terpencil Guru Papua Inspirasi Jakarta jasa penulis Jasa Penulisan Kawah Ijen Kisah Kisah Ayrton Senna kisah dari bayah kisah ibu kota Kisah Perjalanan Kopi menulis menulis produktif merjan merjan air mata mudik Naftali naik pesawat pertama kali pengalaman naik pesawat penulis penulis profesional perjalanan perjalanan ke kawah ijen Prof Hardjoso Rawa Jati sayap yang hilang sejarah kopi sisi lain tentang ibu kota sosok sugeng

Pos-pos Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Arsip

  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Desember 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Mei 2024
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • November 2021
  • Januari 2021
  • Januari 2020
  • September 2019
  • Juni 2019

Home | Perjalanan | Refleksi | Cerita | Esai | Jasa | Tentang

©2026 Blog Fathoniarief | WordPress Theme by SuperbThemes