Skip to content
Blog Fathoniarief
Blog Fathoniarief
  • Home
  • Salam Pembuka
  • Tentang Fathoni Arief
  • Indeks Daftar Artikel
Blog Fathoniarief

Sepenggal Kisah Dari Bayah

admin, Mei 24, 2023Mei 15, 2025

Ada satu daerah di Banten yang erat dengan sosok Tan Malaka. Daerah tersebut adalah Bayah. Saya punya kenangan berkesan dengan Bayah. Siang itu Saya dan rekan Sholat Jumat di sebuah Masjid di daerah Bayah. Masjid itu tepatnya di depan pom bensin, pinggir jalan raya arah Rangkasbitung.

Selepas Sholat, karena kelelahan kami beristirahat sejenak di teras Masjid. Siang itu angin bertiup sepoi-sepoi sampai membuat kami terkantuk-kantuk dan terlelap. “Maaf, handphonenya diamankan dulu. Setelah itu silahkan istirahat lagi!” kami kaget dan langsung terjaga. Seorang lelaki memakai sarung berbaju gamis dengan kopiah sambil membawa sapu menunjuk sebelah saya. Di sana 2 buah handphone tergeletak begitu saja.

“Maaf kami numpang istirahat di Masjid!” kata saya.

“Silahkan. Tapi barang berharganya diamankan dulu. Nanti silahkan dilanjut,” kata si bapak.

Setelah selesai menyapu. lelaki itu bergabung dengan kami. Saya perkirakan usianya jelang enampuluh tahun. Ia memiliki intonasi suara tegas dan paham tentang batu-bara dari A hingga Z. Pembicaraan tentang batu bara ini dipicu dari banyaknya tumpukan batubara yang kami lihat di sepanjang jalan menuju Bayah.

Karena penasaran, saya bertanya tentang keluarganya. Lelaki itu sempat terdiam. Ia Lalu bercerita awal mula kisah kelamnya.

“Saya hancur karena perempuan. Maka kalian yang masih muda ini jangan pernah main perempuan,” katanya.

Ia berkisah tentang masa lalunya sebagai orang yang berkecukupan. Ia pernah punya beberapa rumah dan mobil. Ia sempat tinggal di Jakarta bekerja di sebuah instansi. Karena tabiat buruknya semuanya hancur, termasuk keluarganya. Puncaknya ia memutuskan keluar dari kerjanya dan pergi ke Kalimantan mencoba bisnis batu-bara. Namun, Ia gagal lalu memutuskan hidup dari masjid ke masjid. Sejak saat itu juga ia lepas kontak dari keluarganya.

“Rencananya kalian nanti menginap dimana?”

“Kami mau cari penginapan” ,“Nanti menginap disini saja. Kalian bisa istirahat santai,bersih-bersih dan beribadah!”Kamipun menerima tawaran bapak tersebut. Menginap di sana sambil menanti kisah-kisah menarik lain dari lelaki itu.

Fathoni Arief

Kisah Bayahcerita dari bayahkisah dari bayahKisah Perjalananmisteri bayah

Navigasi pos

Previous post
Next post

Related Posts

Kisah suasana jembatan penyeberangan

Cerita Dari Rawajati : Kisah tentang lika-liku Kehidupan

Agustus 2, 2024Juni 12, 2025

Malam Itu saya terpaksa harus pulang ke Rawajati naik kendaraan umum. Motor saya mogok dan harus saya tinggal di parkiran kantor sebuah media yang ada di Kebayoran lama. Setelah lebih dari setengah jam menanti di jalanan gelap Kebayoran lama, sebuah angkot berhenti. Angkot itu kosong, hanya saya saja satu-satunya penumpang….

Read More
Kisah

Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan

Mei 29, 2025Mei 29, 2025

Pada dini hari tanggal 19 Juli 2008, pukul 00.20 WIB, dua peluru ditembakkan oleh regu tembak di Surabaya. Sugeng dan ibunya, Sumiarsih meregang nyawa. Ini adalah akhir dari penantian panjang keduanya. Akhir dari sebuah tragedi kelam yang telah terjadi dua dekade silam. Mereka bukan terpidana biasa. Nama mereka melekat dalam…

Read More
Kisah

Uneg-uneg di Sore Hari

Mei 23, 2023Mei 23, 2023

Jam menunjukkan pukul 16.30 ketika mobil saya melewati “fly over” Purwosari Solo. Saat mobil berada di atas “eks” pabrik Sari Petojo pandangan saya tertuju pada seorang tukang becak tua yang mendorong becak di bahu jalan. Pembangunan jalan layang di satu sisi memang mengurangi “masalah” yang terjadi di perlintasan namun mungkin saja lupa kalau masih ada tukang becak yang untuk melewati jalan layang harus terengah engah atau harus jalan kaki sambil mendorong kendaraan mereka.

Read More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Galeri

Rubrik

  • Esai & Gagasan
    • Aneka
    • Arsitektur Vernakular
    • Cagar Budaya
    • Ekologi Budaya
    • Kampung Kota
    • lansekap
    • Sapa
    • Transportasi
  • Karir & Produktivitas
    • Tips Menulis
  • Kehidupan & Refleksi
    • Kisah
  • Perjalanan
    • Cerita Dari Kota Tua
  • Sastra & Cerita Pendek
    • Cerpen
    • Film

Kata Kunci

Arsitektur Arsitektur Vernakular bantuan Naskah Belajar Menulis Brand Story Telling Cagar Budaya cerita dari bayah cerita pendek Cerpen Cerpen bintang Cerpen Fathoni Arief Cerpen Tentang Ayah dunia kepenulisan gerbong senja Guru Daerah Terpencil Guru Papua Inspirasi Jakarta jasa penulis Jasa Penulisan Kawah Ijen Kisah Kisah Ayrton Senna kisah dari bayah kisah ibu kota Kisah Perjalanan Kopi menulis menulis produktif merjan merjan air mata mudik Naftali naik pesawat pertama kali pengalaman naik pesawat penulis penulis profesional perjalanan perjalanan ke kawah ijen Prof Hardjoso Rawa Jati sayap yang hilang sejarah kopi sisi lain tentang ibu kota sosok sugeng

Pos-pos Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Arsip

  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Desember 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Mei 2024
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • November 2021
  • Januari 2021
  • Januari 2020
  • September 2019
  • Juni 2019

Home | Perjalanan | Refleksi | Cerita | Esai | Jasa | Tentang

©2026 Blog Fathoniarief | WordPress Theme by SuperbThemes