Jakarta itu memiliki banyak sisi. Ada sisi gemerlap yang sering kita lihat di tayangan televisi dan ada juga sisi lain yang tak semua orang tahu.
Bagi mereka yang berhasil menggenggam mimpi, bisa saja menjalani hari demi hari dengan lebih mudah dengan berbagai fasilitas yang dimiliki sebagai hasil dari kerja keras mereka. Namun banyak juga mereka yang termasuk orang-orang “kurang” beruntung sehingga harus berjibaku mencari rupiah demi rupiah siang, malam bahkan hingga siang berikutnya.
Fenomena tersebut secara tak sengaja sering saya lihat. Saking seringnya melihat saya pun mulai mengamati.
Malam hari, lazimnya kehidupan orang kebanyakan adalah saat untuk beristirahat. Namun tidak demikian dengan kehidupan anak kecil ini.
Saya sampai hafal, kejadianya selalu sama. Ketika saya masih kerja di daerah Kebayoran Lama, setiap pulang menuju kos di Rawajati, jelang tengah malam, saat sepeda motor berhenti di lampu merah tugu Pancoran seorang gadis kecil muncul dari tepi jalan. Gadis kecil itu usianya saya perkirakan belum genap 5 tahun menyusup di antara mobil dan sepeda motor yang berhenti. Ia mengulurkan tangan, berharap rupiah dari setiap pengendara berpindah dari jaket atau kantong celana ke tangannya. Ia berpindah dari satu motor ke motor lain. Tubuh kecilnya hilang diantara kumpulan motor yang siap tancap gas ketika lampu berwarna hijau. Ia terus melangkah di antara kendaraan yang mengeluarkan gas dari knalpot tanpa masker tanpa alas kaki. Dari hari ke hari hampir sama dan selalu ada seorang wanita dewasa entah itu ibu atau siapanya berdiri mengawasi di pinggir.
Tak pernah saya memberi recehan pada mereka. Namun suatu ketika kebetulan saya membawa sebungkus permen. Ketika gadis kecil berhenti sebungkus permen itu saya berikan. Ternyata ada Nampak ekspresi kebahagiaan dari wajah anak itu.
Lalu seperti biasanya, lampu menyala hijau. Sayapun memacu kendaraan. Dari spion saya masih bisa melihat gadis kecil itu berjalan, membuka-buka bungkus permen, hingga motorpun semakin jauh dan gadis kecil itu tak nampak lagi ditelan deretan motor yang terhenti sinyal lampu merah.
(Catatan Dari Rawajati)
Fathoni Arief