Skip to content
Blog Fathoniarief
Blog Fathoniarief
  • Home
  • Salam Pembuka
  • Tentang Fathoni Arief
  • Indeks Daftar Artikel
Blog Fathoniarief

Manisnya Hidup Itu Seperti Teh Nasgitel

admin, Juli 26, 2024Juli 26, 2024

Salah satu makanan favorit orang saya adalah nasi Pecel. Setiap saya pulang ke Tulungagung makanan ini selalu menjadi menu wajib yang tak boleh terlewatkan karena di Jogja atau Boyolali susah sekali mencari warung nasi pecel yang memiliki “rasa” seperti pecel yang dijual di daerah Jawa Timur. Di Karanggede, Boyolali ada satu warung yang menurut saya memiliki “rasa” nasi pecel yang sama dengan daerah aslinya.
Petang itu, selepas Maghrib, saya mencari makanan favorit saya di sebuah warung di perempatan patung kuda pusat kecamatan Karanggede. Warung ini sebenarnya adalah Angkringan namun menyediakan menu tambahan nasi pecel.
“Bu, pecelnya ada ?” Tanya saya
“Ada, mas” jawab ibu-ibu penjaga angkringan.
“Saya pesan dua porsi tidak pakai nasi,”
Ibu itu segera meracik pecel pesanan saya. Di saat ibu itu sedang menyiapkan pesanan saya, seorang lelaki berjaket parasite hitam muncul dari salah satu sudut angkringan.
“Saya pesan teh nasgitel satu,”
“Ga usah manis-manis ya, ati-ati kena gula,” kata ibu penjual angringan
“Ah, manis ya gapapa. Masa kenyataan hidup sehari-hari sudah pahit kok minumnya juga pahit,” sahut lelaki itu dengan suara parau
Si ibu menyeduh the pesanan lelaku itu dan setelah gelas the panas diterima lelaki itu keluar duduk di bangku dekat warung tempat tukang ojek biasa mangkal.
Mendengar jawaban lelaki tentang kehidupan yang “pahit” saya kembali disadarkan tak semua orang menikmati “manis” nya perkembangan pesat Karanggede. Daerah tempat saya tinggal ini memang mengalami banyak perubahan dalam sepuluh tahun terakhir. Saya masih ingat ketika awal tinggal di sini.
Pertama kali dating, mencari rumah sewa atau kontrakan susah. Sebenarnya ada namun ya kondisinya seadanya. Saya dulu sempat mengalami menyewa rumah yang belum 100 persen jadi. Rumah itu dindingnya baru diplester belum semuanya diaci, begitu juga dengan lantainya hanya dipelur saja tanpa keramik. Tinggal di rumah itu karena atas belum diplafon ya setiap hujan deras seperti ada titik-titik air yang masuk. Ya memang rumah “seadanya” maklum waktu itu harga sewanya baru dua setengah juta per tahun.
Bandingkan dengan sekarang, ada begitu banyak kos, kontrakan namun jangan harap harga miring seperti rumah sewa pertama saya. Seiring dengan perkembangan wilayah ini hal yang turut meroket adalah harga sewa rumah dan tempat usaha.
“Sudah mas,”
Rupanya pesanan saya sudah siap. Setelah mengeluarkan dua lembar uang sepuluh ribu sayapun kembali ke rumah dengan membawa menu favorit saya.

 

Kisah Kisah Hidup

Navigasi pos

Previous post
Next post

Related Posts

Kisah

Mengenal Teori Natural Urban Transformation

Desember 9, 2022Juli 20, 2024

Integrasi spasial dari jaringan jalan cenderung tetap stabil untuk jangka waktu yang lebih lama daripada kepadatan bangunan dan penggunaan lahan Yu Ye (2012) Saat ini, ada dua teori tentang bagaimana kota bertransformasi berdasarkan penelitian Space Syntax, yaitu, teori proses ekonomi gerakan alami dan teori proses transformasi alami perkotaan. Teori proses…

Read More
Kisah

Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan

Mei 29, 2025Mei 29, 2025

Pada dini hari tanggal 19 Juli 2008, pukul 00.20 WIB, dua peluru ditembakkan oleh regu tembak di Surabaya. Sugeng dan ibunya, Sumiarsih meregang nyawa. Ini adalah akhir dari penantian panjang keduanya. Akhir dari sebuah tragedi kelam yang telah terjadi dua dekade silam. Mereka bukan terpidana biasa. Nama mereka melekat dalam…

Read More
Film

Seroja, Laskar Pelangi dan Verys Yamarno

Juli 25, 2024Juli 26, 2024

Saya termasuk orang yang malas berjam-jam demi selembar tiket, jadi sayapun mencari bioskop yang tak harus antri. Setelah survey kecil-kecilan saya coba datang ke Plaza Senayan. Benar saja, tanpa harus antri berjam-jam saya bersama dua orang rekan bisa mendapatkan tiket, meski harganya memang lebih mahal dikit jika dibanding bioskop dekat kos saya, Kalibata Mall.

Read More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Galeri

Rubrik

  • Esai & Gagasan
    • Aneka
    • Arsitektur Vernakular
    • Cagar Budaya
    • Ekologi Budaya
    • Kampung Kota
    • lansekap
    • Sapa
    • Transportasi
  • Karir & Produktivitas
    • Tips Menulis
  • Kehidupan & Refleksi
    • Kisah
  • Perjalanan
    • Cerita Dari Kota Tua
  • Sastra & Cerita Pendek
    • Cerpen
    • Film

Kata Kunci

Arsitektur Arsitektur Vernakular bantuan Naskah Belajar Menulis Brand Story Telling Cagar Budaya cerita dari bayah cerita pendek Cerpen Cerpen bintang Cerpen Fathoni Arief Cerpen Tentang Ayah dunia kepenulisan gerbong senja Guru Daerah Terpencil Guru Papua Inspirasi Jakarta jasa penulis Jasa Penulisan Kawah Ijen Kisah Kisah Ayrton Senna kisah dari bayah kisah ibu kota Kisah Perjalanan Kopi menulis menulis produktif merjan merjan air mata mudik Naftali naik pesawat pertama kali pengalaman naik pesawat penulis penulis profesional perjalanan perjalanan ke kawah ijen Prof Hardjoso Rawa Jati sayap yang hilang sejarah kopi sisi lain tentang ibu kota sosok sugeng

Pos-pos Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Arsip

  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Desember 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Mei 2024
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • November 2021
  • Januari 2021
  • Januari 2020
  • September 2019
  • Juni 2019

Home | Perjalanan | Refleksi | Cerita | Esai | Jasa | Tentang

©2026 Blog Fathoniarief | WordPress Theme by SuperbThemes