Siang itu, sebuah mobil pick up memasuki halaman rumah mertua. Seorang lelaki, umurnya sekira lima puluh tahun keluar. Lelaki itu namanya Pak Murtadi, tengkulak, yang biasa membeli gabah hasil panen mertua. Melihat lelaki tersebut Ibu mertua saya mendekat dan terjadi percakapan diantara keduanya. Lalu keduanya memasuki gudang penyimpanan gabah yang…
Kisah Suram Transportasi Publik
Sore itu, waktu baru menunjukkan pukul setengah tiga, saya melihat sepasang sandal sudah terlihat di pintu ruang tunggu tempat praktek dokter gigi milik istri saya. Karena waktu buka masih satu jam lagi saya menyapanya. “ Maaf bu, praktek baru buka nanti jam setengah empat,” kata saya. “Oh, tidak jadi soal…
Santri Juga Manusia, Punya Rasa dan Hati
Film 3 Doa 3 Cinta pertama kali tayang di layar bioskop limabelas tahun lalu. Tepatnya tahun 2008. Di masa itu masih jarang film yang mengangkat cerita kehidupan di pesantren. Apalagi mengangkat kisah berbagai hal yang sebelumnya tak “elok” terkait untuk diumbar ke ranah publik. Saya pertama kali menonton film 3…
Pengalaman Naik Pesawat Pertama Kali dan Misteri Botol Berlabel “S”
Dalam hati saya bertanya ini apa ya? Nyaris saja saya menabur botol bertulis S ke kopi, sebelum seorang pramugara datang membagikan gula dalam kemasan kantong kertas.
Sepenggal Kisah Dari Bayah
Ada satu daerah di Banten yang erat dengan sosok Tan Malaka. Daerah tersebut adalah Bayah. Saya punya kenangan berkesan dengan Bayah. Siang itu Saya dan rekan Sholat Jumat di sebuah Masjid di daerah Bayah. Masjid itu tepatnya di depan pom bensin, pinggir jalan raya arah Rangkasbitung. Selepas Sholat, karena kelelahan…
Sisi Lain Ibu Kota
Jakarta itu memiliki banyak sisi. Ada sisi gemerlap yang sering kita lihat di tayangan televisi dan ada juga sisi lain yang tak semua orang tahu. Bagi mereka yang berhasil menggenggam mimpi, bisa saja menjalani hari demi hari dengan lebih mudah dengan berbagai fasilitas yang dimiliki sebagai hasil dari kerja keras…
Uneg-uneg di Sore Hari
Jam menunjukkan pukul 16.30 ketika mobil saya melewati “fly over” Purwosari Solo. Saat mobil berada di atas “eks” pabrik Sari Petojo pandangan saya tertuju pada seorang tukang becak tua yang mendorong becak di bahu jalan. Pembangunan jalan layang di satu sisi memang mengurangi “masalah” yang terjadi di perlintasan namun mungkin saja lupa kalau masih ada tukang becak yang untuk melewati jalan layang harus terengah engah atau harus jalan kaki sambil mendorong kendaraan mereka.