Ternyata menulis itu soal kebiasaan. Jika dilakukan berulang-ulang untuk menulis satu demi satu tulisan bukanlah hal yang susah, tapi sebaliknya hal ini juga bisa menjadi sesuatu yang rumit, susah sekali lagi karena ketidak biasaan itu. Persis, seperti yang saya alami sudah niat, semangat bikin blog baru dengan blog dan hosting yang berbayar eh ternyata terbengkalai. Dalam beberapa bulan hanya ada 3 tulisan. Hingga akhirnya berbekal tekad kuat, badan segar, waktu luang dan inspirasi yang sudah begitu banyak menumpuk di kepala saya mulai menulis lagi.
Beberapa bulan ini, tepatnya 2 bulan saya menggeluti hobi baru, gowes alias bersepada. Sebenarnya lebih tepatnya saya disadarkan dengan kondisi kebugaran yang makin berkurang dan badan yang makin melar. Sehari-hari rasanya badan kurang fit dan keluhan demi keluhan mulai muncul. Kesadaran inilah yang menuntun saya hingga ke took sepeda membeli sepeda gunung yang cukup ekonomis yaitu Polygon cascade 4.
Bersepeda sebenarnya bukanlah hal baru bagi saya. Dulu hingga bangku SMA sepeda menjadi alat transportasi yang begitu saya andalkan. Hingga akhirnya kuliah, kerja , hingga menikah saya makin jarang bersepeda. Saya masih ingat dulu waktu masih SD hanya menggunakan sepeda BMX kuat mengayuh sepeda hingga daerah Sendang, padahal jalannya cukup menanjak.
Lama tak bersepeda rupanya pengalaman pertama kali bersepeda saya menjadi sesuatu yang tak saya bayangkan. Dengan kondisi lama tak bersepeda dan jalan yang menanjak kayuhan rasanya begitu berat dan nafas begitu ngos-ngosan. Hal ini saya alami hingga beberapa kali, sampai ketika kaki dan nafas sudah terbiasa dengan medan dan sepeda semuanya terasa lebih enteng. Saya bilang lebih enteng karena tetap saja melelahkan mengingat medan yang berbukit bukit.
Ternyata benar, bersepeda tak sekedar menyehatkan dan menyegarkan badan semata namun bias menjadi ajang rekreasi pelepas penat, penghilang rasa jenuh. Melalui gowes ini pula saya juga mulai mendapatkan inspirasi banyak hal, termasuk tulisan ini.
Tegalsari, 25 Januari 2020