Skip to content
Blog Fathoniarief
Blog Fathoniarief
  • Home
  • Salam Pembuka
  • Tentang Fathoni Arief
  • Indeks Daftar Artikel
Blog Fathoniarief

Uneg-uneg di Sore Hari

admin, Mei 23, 2023Mei 23, 2023

Jam menunjukkan pukul 16.30 ketika mobil saya melewati “fly over” Purwosari Solo. Saat mobil berada di atas “eks” pabrik Sari Petojo pandangan saya tertuju pada seorang tukang becak tua yang mendorong becak di bahu jalan. Pembangunan jalan layang di satu sisi memang mengurangi “masalah” yang terjadi di perlintasan namun mungkin saja lupa kalau masih ada tukang becak yang untuk melewati jalan layang harus terengah engah atau harus jalan kaki sambil mendorong kendaraan mereka.

………………

Tapi begitulah, orang seperti saya bisanya cuma “grundel” dan ga bisa apa-apa lha saya juga bukan siapa-siapa. Persis seperti kejadian siang tadi selepas menonton film Fast X, sequel dari film Fast n Furious. Orang awam ini bingung, ini si mister Louis Leterrier kok nggak bikin “ending” yang biasanya diharapkan pemirsa film Indonesia. Bagaimana bisa film ini diakhiri dengan cerita yang sangat menggantung. Bagaimana nasib Dom dengan anaknya? Lalu jelang akhir cerita si Shaw mau nyelamatin “ibuknya” bagaimana juga akhirnya? Lha trus bagaimana juga nasib Roman dan Tej yang tiba-tiba saja pesawatnya kena bazoka? Ah pusing saya.

Alah kok saya jadi ikut-ikutan mikir? Lha wong tinggal beli tiket dan nonton saja kok protes? Padahal ga ikut mikir bikin cerita, bikin film ah dasar saya harusnya ya sudah pasrah saja dan bersyukur masih bisa beli tiket dan nonton bareng istri lagi titik. Di luar sana banyak lo orang yang jangankan buat nonton konser “coldplay” nonton bioskop saja harus mikir ratusan atau bahkan ribuan kali.

Beberapa tahun lalu, pernah suatu ketika saya yang lagi “gabut” istilah orang sekarang nonton bioskop di Kalibata Mall. Waktu itu dibanding bioskop lain di Jakarta harga tiket di sini jelas-jelas paling murah.

Habis membeli tiket duduklah saya di kursi tunggu dan tiba-tiba datang sepasang muda-mudi kalau dilihat dari cara ngomong dan wajahnya satu suku dengan saya orang Jawa.  Setelah berbisik-bisik si mas-mas bertanya. Saya kira ada apa ternyata dia cuma nanya harga tiket.

“Harga tiketnya berapa mas?”

“Sekian…..”, jawab saya

“busyet mahal amat”.

Mendengar komentar mas-mas tersebut saya dalam hati “mak deg”. Wah, ini tiket harganya sudah paling murah lo dan waktu itusekali nonton paling cukup buat makan sekali dengan menu “lumayan” bagi karyawan biasa. Dari situ saya jadi menyadari seringkali sesuatu yang bagi kita adalah hal biasa ternyata bagi orang lain di luar jangkauan mereka. Duit katakanlah Sepuluh ribu bagi yang berkecukupan mungkin dengan gampang keluar begitu saja tetapi bagi orang lain uang segitu adalah sesuatu yang ga boleh dikeluarkan tanpa perhitungan.

………..

Mobil sayapun terus melaju dan melewati jalan layang Purwosari. Oiya btw kira-kira bagaimana nasib bapak tukang becak tadi ya? Bayangan tukang becak tua itu masih belum sepenuhnya hilang. Bahkan sejenak menggeser tanda tanya di angan-angan saya seputar “ending” film Fast X. Jika sebelumnya yang mengisi fikiran saya adalah “dugaan” nasib dari pemeran utama film yang menggantung entah selamat atau tidak. Perlahan-lahan fikiran tentang film Fast X kembali tergeser dengan pertanyaan besar tentang pak tua penarik becak. Kira-kira bagaimana ya nasibnya? Sudah dapat penumpang atau belum? Sudah makan atau belum?

Ah.. Memang jika belum dapat penumpang saya mau kasih duit? Memang kalau ternyata belum makan saya mau belikan makanan? Walah-walah ya gapapalah Bisanya baru bisa bantu doa mirip-mirip anda anda yang baca postingan ini mungkin.

Tegalsari 22 Mei 2023

Fathoni Arief

#purwosari

#fastx

Kisah fastxpurwosarsaripetojo

Navigasi pos

Previous post
Next post

Related Posts

Kisah Di dalam Kereta

Naik Pesawat Kapan Malamnya?

Juli 25, 2024Agustus 1, 2024

“Saya herannya ketika berangkat dari Bandara Soekarno Hatta hari sudah gelap. Namun ketika pesawat sudah terbang menuju Arab kok terang lagi. Ini kapan malamnya?” Cerita seorang bapak berusia 40 tahunan memulai perjalanan saya menuju Yogyakarta. Perlahan kereta meninggalkan stasiun Kediri menuju kota pelajar.

Read More
Kisah

Kenangan Dari Selembar Kliping Koran

Juli 29, 2024Mei 9, 2025

Saat sibuk mengurus persiapan wisuda S2, saya membongkar kontainer berisi berkas-berkas yang jarang saya sentuh. Saya mencari  foto copy ijazah S1 yang sudah dilegalisir. Waduh, dalam hati saya sempat kuatir kira-kira masih ada ga ya. Soalnya sudah lama sekali saya terakhir kali “legalisir” Ijazah Sarjana. Kalau sampai berkas ini tidak…

Read More
Kisah

Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Mei 23, 2025Mei 23, 2025

Libur mingguan saya kali ini saya habiskan di depan layar komputer, ditemani lantunan tembang lawas yang menenangkan. Sabtu adalah hari libur rutin bagi saya. Biasanya saya manfaatkan untuk melepas lelah, beristirahat, dan ,jika sempat, menulis di blog ini. Sudah cukup lama rasanya blog ini terbengkalai. Tidak ada cerita-cerita baru yang…

Read More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Galeri

Rubrik

  • Esai & Gagasan
    • Aneka
    • Arsitektur Vernakular
    • Cagar Budaya
    • Ekologi Budaya
    • Kampung Kota
    • lansekap
    • Sapa
    • Transportasi
  • Karir & Produktivitas
    • Tips Menulis
  • Kehidupan & Refleksi
    • Kisah
  • Perjalanan
    • Cerita Dari Kota Tua
  • Sastra & Cerita Pendek
    • Cerpen
    • Film

Kata Kunci

Arsitektur Arsitektur Vernakular bantuan Naskah Belajar Menulis Brand Story Telling Cagar Budaya cerita dari bayah cerita pendek Cerpen Cerpen bintang Cerpen Fathoni Arief Cerpen Tentang Ayah dunia kepenulisan gerbong senja Guru Daerah Terpencil Guru Papua Inspirasi Jakarta jasa penulis Jasa Penulisan Kawah Ijen Kisah Kisah Ayrton Senna kisah dari bayah kisah ibu kota Kisah Perjalanan Kopi menulis menulis produktif merjan merjan air mata mudik Naftali naik pesawat pertama kali pengalaman naik pesawat penulis penulis profesional perjalanan perjalanan ke kawah ijen Prof Hardjoso Rawa Jati sayap yang hilang sejarah kopi sisi lain tentang ibu kota sosok sugeng

Pos-pos Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Arsip

  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Desember 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Mei 2024
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • November 2021
  • Januari 2021
  • Januari 2020
  • September 2019
  • Juni 2019

Home | Perjalanan | Refleksi | Cerita | Esai | Jasa | Tentang

©2026 Blog Fathoniarief | WordPress Theme by SuperbThemes