Skip to content
Blog Fathoniarief
Blog Fathoniarief
  • Home
  • Salam Pembuka
  • Tentang Fathoni Arief
  • Indeks Daftar Artikel
Blog Fathoniarief

Mengenal Teori Natural Urban Transformation

admin, Desember 9, 2022Juli 20, 2024

Integrasi spasial dari jaringan jalan cenderung tetap stabil untuk jangka waktu yang lebih lama daripada kepadatan bangunan dan penggunaan lahan

Yu Ye (2012)

Saat ini, ada dua teori tentang bagaimana kota bertransformasi berdasarkan penelitian Space Syntax, yaitu, teori proses ekonomi gerakan alami dan teori proses transformasi alami perkotaan. Teori proses pergerakan alami (Hillier et al. 1993, 1998) memberikan dasar bagi teori natural urban transformation (Nes & Ye, 2014, hal. 1).

Teori ini menyatakan bahwa konfigurasi spasial jalan dan jaringan jalan mempengaruhi derajat kepadatan bangunan dan derajat multi fungsi tata guna lahan. Semakin tinggi integrasi spasial keseluruhan jaringan mobilitas pada berbagai skala, semakin tinggi kepadatan bangunan (baik untuk Floor Space Index (FSI) maupun Gross Space Index (GSI)) dan semakin tinggi keragaman penggunaan lahan (Van Nes & Yamu, Introduction to Space Syntax In Urban Studies, 2021, hal. 178).

               Teori proses transformasi perkotaan alami diaplikasikan (natural urban transformation process) Yu Ye (2012) untuk meneliti empat kota di Belanda (Lelystad, Alemere, Zoetermeer dan Haarlem). Seperangkat indikator sosial-ekonomi yang tersedia, termasuk kepadatan penduduk, pekerjaan, keragaman populasi, fasilitas dll, digunakan untuk menilai berbagai fase transformasi kota-kota tersebut.  Aplikasi dari metode analisis kuantitatif menunjukkan bagaimana integrasi jaringan jalan, kepadatan bangunan dan tipologi, serta tingkat campuran penggunaan lahan berinteraksi satu dengan yang lain dalam fase berbeda dari proses transformasi perkotaan.

               Menurut Yu ye (2012), integrasi spasial dari jaringan jalan cenderung tetap stabil untuk jangka waktu yang lebih lama daripada kepadatan bangunan dan penggunaan lahan. Oleh karena itu, proses transformasi perkotaan yang alami secara spasial didasarkan pada akumulasi kepadatan bangunan serta keragaman penggunaan lahan yang didukung oleh jaringan jalan yang terintegrasi dengan baik.

               Jadi, teori natural urban transformation menjelaskan bagaimana fungsi lingkungan binaan terlepas dari proses perencanaan sehubungan dengan rencana penggunaan lahan yang terbatas, persyaratan untuk Floor Space Index (FSI) atau Gross Space Index (GSI) maksimum atau minimum, dan konfigurasi spasial jaringan jalan. Tingkat campuran penggunaan lahan tergantung pada kedua tingkat bangunan kepadatan dan konfigurasi spasial jaringan jalan. (Van Nes & Yamu, Introduction to Space Syntax In Urban Studies, 2021, hal. 178).

               Dalam teori transformasi perkotaan alami, konfigurasi spasial jalan jaringan, sebagai dasar untuk mengarahkan transformasi perkotaan, mempengaruhi tingkat kepadatan bangunan dan keragaman penggunaan lahan. Demikian pula, tingkat kepadatan bangunan dalam jangka panjang mempengaruhi tingkat keragaman penggunaan lahan. Asumsi pertama dari korelasi ini dibuat setelah tahun 2010 (Hausleitner 2010; Van Nes et al. 2012) dan akhirnya diklarifikasi pada tahun 2014 (Ye dan Van Nes 2014).

Kisah lansekap Sapa Urban Transformation

Navigasi pos

Previous post
Next post

Related Posts

Kampung Kota

Cerita Dari Rawa Jati

Juli 30, 2024Juli 31, 2024

Ada satu tempat di Jakarta yang meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Tempat itu adalah Rawajati. Tempat ini letaknya di belakang apartemen Kalibata dan tak jauh dari taman makam pahlawan Kalibata sekira sepuluh menit jalan kaki dengan kecepatan langkah biasa. Alasan pertama tempat ini begitu berkesan adalah karena sosok Tan Malaka….

Read More
Kisah

Catatan Perjalanan Banyuwangi

Agustus 6, 2024Mei 15, 2025

Ada banyak alasan seseorang mengikuti “travelling” mulai dari mencari spot foto yang menarik hingga kuliner khas. Namun saya memiliki alasan yang mungkin “beda”, yaitu untukmenikmati perjalanan itu sendiri. Saya suka berkunjung ke suatu tempat, menjumpai hal baru, berjumpa orang baru. Menurut saya percuma mengunjungi suatu tempat mendapatkan foto menarik namun…

Read More
Kisah

Rumus Kebahagiaan Ternyata Sesederhana Itu

Juli 18, 2024Agustus 7, 2024

Rumus kebahagiaan ternyata hanya senantiasa bersyukur, bersyukur dan bersyukur.

Read More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Galeri

Rubrik

  • Esai & Gagasan
    • Aneka
    • Arsitektur Vernakular
    • Cagar Budaya
    • Ekologi Budaya
    • Kampung Kota
    • lansekap
    • Sapa
    • Transportasi
  • Karir & Produktivitas
    • Tips Menulis
  • Kehidupan & Refleksi
    • Kisah
  • Perjalanan
    • Cerita Dari Kota Tua
  • Sastra & Cerita Pendek
    • Cerpen
    • Film

Kata Kunci

Arsitektur Arsitektur Vernakular bantuan Naskah Belajar Menulis Brand Story Telling Cagar Budaya cerita dari bayah cerita pendek Cerpen Cerpen bintang Cerpen Fathoni Arief Cerpen Tentang Ayah dunia kepenulisan gerbong senja Guru Daerah Terpencil Guru Papua Inspirasi Jakarta jasa penulis Jasa Penulisan Kawah Ijen Kisah Kisah Ayrton Senna kisah dari bayah kisah ibu kota Kisah Perjalanan Kopi menulis menulis produktif merjan merjan air mata mudik Naftali naik pesawat pertama kali pengalaman naik pesawat penulis penulis profesional perjalanan perjalanan ke kawah ijen Prof Hardjoso Rawa Jati sayap yang hilang sejarah kopi sisi lain tentang ibu kota sosok sugeng

Pos-pos Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Arsip

  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Desember 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Mei 2024
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • November 2021
  • Januari 2021
  • Januari 2020
  • September 2019
  • Juni 2019

Home | Perjalanan | Refleksi | Cerita | Esai | Jasa | Tentang

©2026 Blog Fathoniarief | WordPress Theme by SuperbThemes