Skip to content
Blog Fathoniarief
Blog Fathoniarief
  • Home
  • Salam Pembuka
  • Tentang Fathoni Arief
  • Indeks Daftar Artikel
Blog Fathoniarief
suasana jembatan penyeberangan

Cerita Dari Rawajati : Kisah tentang lika-liku Kehidupan

admin, Agustus 2, 2024Juni 12, 2025

Malam Itu saya terpaksa harus pulang ke Rawajati naik kendaraan umum. Motor saya mogok dan harus saya tinggal di parkiran kantor sebuah media yang ada di Kebayoran lama.

Setelah lebih dari setengah jam menanti di jalanan gelap Kebayoran lama, sebuah angkot berhenti. Angkot itu kosong, hanya saya saja satu-satunya penumpang. Tak lama setelah saya naik angkot itu pun melesat.

Di sebuah tikungan ada seorang lagi penumpang. Nampaknya yang naik sesama sopir angkot.

Sepanjang perjalanan sambil melepas lelah kudengar keluh kesah mereka. Bagaimana susahnya mengejar setoran, bagaimana persaingan antar sopir angkot, dan mereka yang akhirnya pasrah dengan apa yang mereka jalani. ” Hingga jam segini baru 90 ribu. Tapi bagaimana lagi harus tetap menyetor,” kata si sopir.

Di sebuah pertigaan si penumpang tadi turun. Tanpa ditagih bayaran ia pun turun. Memecah kesunyian saya pun bertanya pada si sopir.

“Sampai jam berapa narik?”.

“Ini yang terakhir,” katanya.

Pertanyaan “formalitas” itupun akhirnya berkembang jadi cerita demi cerita. Si sopir bercerita bagaimana sikap solidaritas antar sopir, bagaimana dia menanggapai penumpang yang bayar kurang namun ga mau ngomong. “Ada yang duit seribu digulung-gulung trus kabur,” katanya.

“Kalau dia ngomong eh bang duit saya kurang cuma segini saya bisa nerima,” tambahnya.

Si supir pun terus bercerita. ” Hidup ini selalu berubah mas. Saat ini saya lagi punya duit kalau ada penumpang yang pas ga punya duit saya bisa terima. Siapa tahu suatu saat saya di jalan ga punya duit naik angkot,” Sayapun hanya manggut-manggut saja.

“Kaya kamu ini sekarang jadi penumpang siapa tahu suatu saat kamu yang jadi sopir,” langsung mengena kata-kata sopir tadi. Angkotpun terus saja berjalan, dan terus saja dia bercerita tentang kisah hidup, serba-serbi dunianya. Tak terasa angkot pun sampai di perempatan Slipi. Setelah mengeluarkan beberapa lembar ribuan dan membayar sayapun kembali melangkah…

Sebuah taksi yang kosong langsung saya tuju..dan saya pun melanjutkan perjalanan menuju Rawajati….

Tegalsari 19 Mei 2023

Fathoni Arief

Kisah KisahRawa Jati

Navigasi pos

Previous post
Next post

Related Posts

Kisah

Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan

Mei 29, 2025Mei 29, 2025

Pada dini hari tanggal 19 Juli 2008, pukul 00.20 WIB, dua peluru ditembakkan oleh regu tembak di Surabaya. Sugeng dan ibunya, Sumiarsih meregang nyawa. Ini adalah akhir dari penantian panjang keduanya. Akhir dari sebuah tragedi kelam yang telah terjadi dua dekade silam. Mereka bukan terpidana biasa. Nama mereka melekat dalam…

Read More
Kisah mbah lestari

Kisah Mbah Lestari

Juli 25, 2024Juni 12, 2025

Setelah peristiwa 30 September 1965 meletus, nasib Lestari sekeluarga berubah. Mereka, dimasukkan dalam kategori yang harus ditangkap. Ia melarikan diri bersama anaknya yang baru berumur dua tahun. Tahun 1967, Lestari tertangkap oleh tentara di pantai Blitar Selatan.

Read More
Kampung Kota

Cerita Dari Rawa Jati

Juli 30, 2024Juli 31, 2024

Ada satu tempat di Jakarta yang meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Tempat itu adalah Rawajati. Tempat ini letaknya di belakang apartemen Kalibata dan tak jauh dari taman makam pahlawan Kalibata sekira sepuluh menit jalan kaki dengan kecepatan langkah biasa. Alasan pertama tempat ini begitu berkesan adalah karena sosok Tan Malaka….

Read More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Galeri

Rubrik

  • Esai & Gagasan
    • Aneka
    • Arsitektur Vernakular
    • Cagar Budaya
    • Ekologi Budaya
    • Kampung Kota
    • lansekap
    • Sapa
    • Transportasi
  • Karir & Produktivitas
    • Tips Menulis
  • Kehidupan & Refleksi
    • Kisah
  • Perjalanan
    • Cerita Dari Kota Tua
  • Sastra & Cerita Pendek
    • Cerpen
    • Film

Kata Kunci

Arsitektur Arsitektur Vernakular bantuan Naskah Belajar Menulis Brand Story Telling Cagar Budaya cerita dari bayah cerita pendek Cerpen Cerpen bintang Cerpen Fathoni Arief Cerpen Tentang Ayah dunia kepenulisan gerbong senja Guru Daerah Terpencil Guru Papua Inspirasi Jakarta jasa penulis Jasa Penulisan Kawah Ijen Kisah Kisah Ayrton Senna kisah dari bayah kisah ibu kota Kisah Perjalanan Kopi menulis menulis produktif merjan merjan air mata mudik Naftali naik pesawat pertama kali pengalaman naik pesawat penulis penulis profesional perjalanan perjalanan ke kawah ijen Prof Hardjoso Rawa Jati sayap yang hilang sejarah kopi sisi lain tentang ibu kota sosok sugeng

Pos-pos Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Arsip

  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Desember 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Mei 2024
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • November 2021
  • Januari 2021
  • Januari 2020
  • September 2019
  • Juni 2019

Home | Perjalanan | Refleksi | Cerita | Esai | Jasa | Tentang

©2026 Blog Fathoniarief | WordPress Theme by SuperbThemes