Malam semakin larut. Jarum jam juga sudah meninggalkan angka 12. Namun, mata Sugiman, kakek renta penjaga makam dan penyebar berita kematian, belum terpejam. Tubuh tuanya sudah terbaring di kursi lincak depan rumah. Ia hanya bisa beberapa kali menguap tapi tak bisa terlelap. Mata senjanya menerawang ke tengah kegelapan malam, di…
Kategori: Cerpen
Sayap Yang Hilang
Sutarji duduk termenung di kursi tuanya yang usang. Matanya yang sayu terus tertuju pada deretan foto di dinding, seakan berharap dari sana, wajah Budi akan kembali tersenyum padanya. “Bud, makan sayur yang banyak. Biar kamu lekas besar, bisa sekolah, dan jadi pilot. Nanti bisa keliling Indonesia, bahkan dunia, tanpa bayar…
Merjan merjan air mata
Sebuah mobil van, warna silver, melaju kencang dari arah Utara, sebuah ruas jalan pinggiran ibukota. Di depan halte, seratus meter di samping kiri, dekat hotel tiba-tiba saja van berhenti. “citttssss,” suara rem mobil, membuat beberapa pengendara motor yang berada di sampingnya terkaget-kaget dan spontan saja dari mulut mereka terucap.”Anjritt, oi…
Bintang di Gerbong Senja
Bus kota melaju perlahan, membawaku menuju stasiun Lempuyangan. Salah satu stasiun tua yang selalu berhasil mengukir senyum di wajahku. Benar-benar seperti pintu waktu, tempat ini membawaku kembali pada sebuah kisah yang tersimpan rapi di sudut ingatanku. Sebuah kenangan yang sudah terjadi lebih dari enam bulan lalu. Setiap sudut stasiun itu…
Melodi Sunyi Di Jalan Pulang
Suara Ayah, “Ayah ingin pulang,” masih terngiang di telingaku, setiap kata mengiris hati. Jemariku memutih di atas setir yang kupegang erat, berusaha meredam gejolak dalam dada. Deru mesin mobil yang biasanya menenangkan, kini hanya menambah kesunyian yang menyesakkan. Kami sudah melaju cukup jauh, melewati jalanan kabupaten yang lengang. Pepohonan tinggi…