Skip to content
Blog Fathoniarief
Blog Fathoniarief
  • Home
  • Salam Pembuka
  • Tentang Fathoni Arief
  • Indeks Daftar Artikel
Blog Fathoniarief

Grundelan Saya Soal Wisuda-Wisudaan

admin, Juli 24, 2024Mei 15, 2025

Dulu, ketika ada orang bertanya “ kapan wisuda?”. Ini maksudnya sudah sangat jelas, pertanyaan yang diberikan kepada mahasiswa menjelang lulus. Namun sekarang “wisuda” bukan lagi milik mahasiswa jelang lulus saja. Sebab, mulai dari anak TK, SD, SMP hingga SMA sekarang juga “ikut-ikutan” menggunakan prosesi ini sebagai penanda kelulusan mereka.

Bicara soal “wisuda” ini beberapa hari terakhir menjadi topik “hangat” dimana-mana. Di sebuah akun instagram ada keluh kesah orang tua calon wisudawati sekolah menengah pertama. Orang tua siswa ini intinya merasa prosesi wisuda terasa memberatkan, karena ia harus menyewa kebaya yang digunakan untuk wisuda putrinya. Sedangkan, harga sewa kebaya di kota tempatnya tinggal baginya sudah cukup mahal sekira lima ratus ribu rupiah.

Dulu, jauh sebelum “wisuda” marak di semua jenjang pendidikan saya pernah menjadi orang yang punya pendapat wisuda bahkan di semua jenjang ga perlu. Sampai-sampai entah karena omongan yang menjadi kenyataan ada peristiwa lucu yang saya alami.

Mungkin karena tidak ada yang bisa saya banggakan dari “wisuda” sebelum lulus dari jenjang sarjana saya sering koar-koar. “Ah buat apa wisuda? Hal terpenting adalah kehidupan selepas wisuda?”

Omongan ini sering saya ucapkan pada rekan-rekan saya. Teman yang kebetulan pernah satu unit ketika saya menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mungkin masih ingat kata-kata saya ini.

Akhirnya sayapun lulus dari program S1. Waktu itu selepas mendapat Surat Keterangan Lulus rasanya sudah puas. Tapi buat formalitas tetap saja saya mencari informasi di Kantor Pusat Tata Usaha (KPTU) Fakultas Teknik UGM. Perasaan saya, waktu itu saya sudah benar membaca kapan jadwal wisuda dan meskipun sempat punya niatan gam au ikut wisuda saya tetap mendaftar.

Hingga suatu hari saya pergi ke KPTU niatnya mau menyelesaikan soal administrasi dan semua persyaratan wisuda. Sampai di KPTU ada seorang kawan satu unit di KKN memanggil saya

“Heh, Fat kemarin kamu dicari ” kata teman saya sambil tertawa

“Dicari siapa?” saya masih penasaran siapa yang mencari saya.

Ternyata saya dicari waktu wisuda hari Sabtu kemarin. Nama saya sempat dipanggil namun taka da yang maju. Teman saya yang melihat ini langsung tertawa. Namanya salah jadwal waktu itu saya memang sedang acara liputan keluar kota waktu menjadi wartawan koresponden.

“Waduh”, ternyata omongan saya selama ini jadi kenyataan. Meskipun tidak ikut entah kenapa saat itu rasanya enteng saja. Saya langsung menuju bagian administrasi membayar biaya wisuda lalu mengambil Ijazah S1 saya.

Lalu bagaimana perasaan saya saat ini? Apakah ada penyesalan? Masih menganggap wisuda tidak penting?

Sebelum menjawab itu kembali ke soal “wisuda” yang menjadi perdebatan. Saya iseng-iseng sempat membuat status di story instagram “kembalikan wisuda hanya untuk yang lulus kuliah saja. TK, SD, SMP & SMA tidak perlu wisuda”.

Ternyata ada beberapa komentar dari rekan saya. Ada yang menyatakan setuju karena itu memang buang-buang duit saja. Padahal rekan saya ini bukan termasuk keluarga yang pas-pasan kalau ditanya mampu bayar ga ya jelas mampu. Lalu ada teman lain yang dari dulu tidak setuju soal “wisuda-wisudaan” ini, namun karena melihat orang-orang tua yang lain kok kelihatan bahagia ya akhirnya cuma bisa batin saja.

Saya pribadi juga kurang setuju “wisuda-wisudaan” yang lagi marak. Bukan karena sakit hati karena dulu gagal wisuda lo. Karena menurut saya tidak ada “urgensi”nya titik.

Oiya lalu gimana jawaban yang tadi soal gagal wisuda? Harus saya akui sekarang sedikit menyesal karena tidak merasakan rasanya wisuda seperti apa. Masa foto yang dipajang di rumah saya Cuma foto wisuda adik saya dan saya ga ada hahaha.

Tegalsari 13 Juni 2023

Fathoni Arief

Kisah wisuda

Navigasi pos

Previous post
Next post

Related Posts

Kisah Gowes Pagi

Catatan Pagi ini..

Januari 25, 2020Januari 25, 2020

Ternyata menulis itu soal kebiasaan. Jika dilakukan berulang-ulang untuk menulis satu demi satu tulisan bukanlah hal yang susah, tapi sebaliknya hal ini juga bisa menjadi sesuatu yang rumit, susah sekali lagi karena ketidak biasaan itu. Persis, seperti yang saya alami sudah niat, semangat bikin blog baru dengan blog dan hosting…

Read More
Kisah

Kenangan Dari Selembar Kliping Koran

Juli 29, 2024Mei 9, 2025

Saat sibuk mengurus persiapan wisuda S2, saya membongkar kontainer berisi berkas-berkas yang jarang saya sentuh. Saya mencari  foto copy ijazah S1 yang sudah dilegalisir. Waduh, dalam hati saya sempat kuatir kira-kira masih ada ga ya. Soalnya sudah lama sekali saya terakhir kali “legalisir” Ijazah Sarjana. Kalau sampai berkas ini tidak…

Read More
Kisah

Wuling : Transformasi dari Merek Diragukan ke Pemimpin Otomotif

Mei 20, 2025Mei 20, 2025

Pernahkah Anda mendengar sebuah merek mobil yang awalnya hanya dianggap angin lalu, namun perlahan menjelma jadi pemain utama? Itulah cerita Wuling di Indonesia, sebuah merek Tiongkok yang dulu dipandang sebelah mata, kini jadi simbol inovasi dan keberanian. Tanam Akar, Bukan Cuma Jualan Masuk ke pasar Indonesia pada 2017, Wuling tak…

Read More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Galeri

Rubrik

  • Esai & Gagasan
    • Aneka
    • Arsitektur Vernakular
    • Cagar Budaya
    • Ekologi Budaya
    • Kampung Kota
    • lansekap
    • Sapa
    • Transportasi
  • Karir & Produktivitas
    • Tips Menulis
  • Kehidupan & Refleksi
    • Kisah
  • Perjalanan
    • Cerita Dari Kota Tua
  • Sastra & Cerita Pendek
    • Cerpen
    • Film

Kata Kunci

Arsitektur Arsitektur Vernakular bantuan Naskah Belajar Menulis Brand Story Telling Cagar Budaya cerita dari bayah cerita pendek Cerpen Cerpen bintang Cerpen Fathoni Arief Cerpen Tentang Ayah dunia kepenulisan gerbong senja Guru Daerah Terpencil Guru Papua Inspirasi Jakarta jasa penulis Jasa Penulisan Kawah Ijen Kisah Kisah Ayrton Senna kisah dari bayah kisah ibu kota Kisah Perjalanan Kopi menulis menulis produktif merjan merjan air mata mudik Naftali naik pesawat pertama kali pengalaman naik pesawat penulis penulis profesional perjalanan perjalanan ke kawah ijen Prof Hardjoso Rawa Jati sayap yang hilang sejarah kopi sisi lain tentang ibu kota sosok sugeng

Pos-pos Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Arsip

  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Desember 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Mei 2024
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • November 2021
  • Januari 2021
  • Januari 2020
  • September 2019
  • Juni 2019

Home | Perjalanan | Refleksi | Cerita | Esai | Jasa | Tentang

©2026 Blog Fathoniarief | WordPress Theme by SuperbThemes