Skip to content
Blog Fathoniarief
Blog Fathoniarief
  • Home
  • Salam Pembuka
  • Tentang Fathoni Arief
  • Indeks Daftar Artikel
Blog Fathoniarief

Semua Tentang Arsitektur Tanpa Arsitek

admin, Januari 18, 2021Agustus 1, 2024

Henry Glassie dalam buku “Vernacular Architecture” memberi gambaran yang menarik terkait proses terciptanya ide membuat sebuah bangunan. Ia mengibaratkan bangunan seperti puisi dan ritual tertentu sebagai cerminan dari sebuah budaya. Karena itulah jika ada pertanyaan kepada si “desainer” jawaban yang diberikan bisa berbeda. Masing-masing memiliki jawaban tersendiri tentang bagaimana cara mereka membuat sebuah bangunan. Diantara mereka ada yang mengatakan, semuanya seperti yang mereka ketahui dari nenek moyangnya dan ada juga yang bilang, tentu saja ini dibangun berdasarkan ilmu pengetahuan sudah dipelajari. Henry menjelaskan sejak lahir masing-masing dari kita sudah mulai belajar memahami pengetahuan tentang bangunan.

Tentu saja semua dari lingkungan masing-masing. Di sanalah sejak kecil indera kita mulai belajar, mata mengamati estetika, rasa menerima rangsang terkait dengan kenyamanan dan seterusnya. Hal inilah yang masa demi masa terekam dalam memori sehingga ada sebuah kesan bangunan yang indah, nyaman itu seperti apa. Hingga di titik akhirnya manusia menerima kumpulan informasi lain dari dunia luar, bangku sekolah, televise. Di sinilah cara pandang tentang bangunan sudah mulai berbeda. Penjelasan Henry Glassie tadi menggambar perbedaan mendasar cara memahami bangunan antara orang biasa dan seseorang yang sudah mendapat asupan pengetahuan dan nantinya kita sebut sebagai arsitek.

Hasil dari karya “orang biasa” inilah yang akan kita bahas. Karya yang oleh Octavianus Hendrik (2011) disebut sebagai produk yang steril dari pemahaman dasar teoritis serta cenderung memanfaatkan solusi-solusi tradisional yang diturunkan secara turun temurun. Tema Arsitektur Vernakular memang relatif baru, belum genap setangah abad kemunculannya. Istilah ini diperkenalkan oleh Bernard Rudosky di dalam bukunya, Architecture without Architects. Buku ini menyertai pameran di Museum of Modern Art, New York tahun 1964 yang mengambil judul seperti bukunya. Dalam buku ini Rudofsky mengatakan “arsitektur tanpa arsitek mencoba untuk mendobrak konsep seni bangunan dengan memperkenalkan kata asing dari “arsitektur non pedigreed”. Ia menyebut nya sebagai arsitektur vernacular.

Sejak saat itu konsep Arsitektur Vernakular pun terus berkembang disertai dengan munculnya berbagai pendapat tentang definisi sebuah obyek bisa disebut vernacular, diantaranya Victor Papanek (1995) yang menjelaskan  vernakular sebagai karya  anonim, pribumi, asli, naif, primitif, kasar, spontan populer, berbasis lokal atau rakyat. Lalu ada Oliver (1997) mengaitkan arsitektur vernakular dengan konteks lingkungan dan sumber daya alam setempat yang diolah dan dibangun dengan teknologi tradisional.

Pendapat lain adalah dari Turan yang menyebut Arsitektur Vernakular tumbuh dan berkembang dari arsitektur rakyat yang lahir dari masyarakat  etnik dan berjangkar pada etnik, serta dibangun oleh tukang berdasarkan pengalaman (trial and eror), menggunakan teknik dan material local, serta merupakan jawaban atas setting lingkungan tempat bangunan tersebut berada dan selalu membuka untuk terjadinya transformasi. Karena itulah bentuk dari Arsitektural ini seringkali berbeda dari satu daerah ke daerah lain. Konsep Turan ini hamper serupa dengan pendapat Maha Salman (2018) yang menyatakan Arsitektur vernakular sebagai demonstrasi identitas dan keberlanjutan. Konsep ini telah berkembang secara berkelanjutan dari waktu ke waktu dan dimodifikasi dengan sendirinya melalui trial and error untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selaras dengan lingkungan tempat mereka tinggal.

Dari rangkaian teori diatas bisa disimpulkan Arsitektur Vernakular adalah sebagai berikut :

1.   Berbasis Lokal baik sumber daya atau material

2.   Tumbuh dan berkembang dari masyarakat etnik tertentu

3.   Sebagai respon atas lingkungan tempat mereka tinggal

4.   Berdasarkan pengalaman

5.   Memiliki prinsip keberlanjutan

Penulis : M. Fathoni Arief

Mahasiswa Program Pasca Sarjana Arsitektur UNS

Referensi :

DAFTAR PUSTAKA

A.Abdurrahman, Analisis Pengaruh Kata Kunci Kompetitif  Pada Search Engine Optimization (SEO) Terhadap Pemasaran Online Untuk Produk Notebook, 2014

Bernard Rudofsky, Architecture Without Architect

Henry Glassie, Vernacular Architecture, Indiana University Press, 2000

I Mentayani, A Ikaputra, Menggali Makna Arsitektur Vernakular: Ranah, Unsur, dan Aspek-Aspek Vernakularitas, LANTING Journal of Architecture

Iwan Sudrajat, Sugeng Triyadi, Andi Harapan, Perkembangan Tipologi Rumah Vernakular

dan Responnya Terhadap Bahaya Gempa Studi Kasus: Desa Duku Ulu, Bengkulu, 2018

Lesson From Vernacular Architecture

Maha Salman, Sustainability and Vernacular Architecture: Rethinking What Identity Is, Yorkville University, Toronto, Canada, 2018

Arsitektur Vernakular Arsitektur Vernakular

Navigasi pos

Previous post
Next post

Related Posts

Arsitektur Vernakular

Arsitektur Vernakular Rumah Tobong di Desa Demakan Sukoharjo

November 22, 2022November 22, 2022

Bangunan, seperti halnya puisi dan adat istiadat, adalah bentuk dari kebudayaan (Glassie, 1990). Jadi bisa dibilang semua artefak arsitektur merupakan perwujudan dari norma-norma budaya yang sudah ada sebelumnya. Salah satu ciri tradisi vernakular adalah adanya korelasi yang erat antara pemahaman norma yang sudah ada oleh perancang, pembangun, serta pengguna. Namun,…

Read More
Arsitektur Vernakular

Mengenal Arsitektur Vernakular

Januari 18, 2021Agustus 1, 2024

Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai macam potensi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, gunung meletus hingga gempa bumi. Kondisi ini sebenarnya sudah difahami oleh lelulur kita sehingga bisa beradaptasi dengan segala kondisi salah satu yang ada. Salah satu satu cara menelusuri peninggalan tersebut ialah melihat kearifan yang ada di…

Read More
Arsitektur Vernakular

Nilai-Nilai Vernakular Sebagai Solusi

Januari 19, 2021

Beberapa tahun belakangan bencana alam mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gempa bumi silih berganti melanda berbagai wilayah di negeri ini. Prinsip-prinsip dari Arsitektur Vernakular pun kembali dilirik berbarengan dengan munculnya kesadaran harus hidup berdampingan dengan bencana. Nilai-nilai dari arsitektur Vernakular kembali digali. Konsep arsitektur vernacular yang…

Read More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Galeri

Rubrik

  • Esai & Gagasan
    • Aneka
    • Arsitektur Vernakular
    • Cagar Budaya
    • Ekologi Budaya
    • Kampung Kota
    • lansekap
    • Sapa
    • Transportasi
  • Karir & Produktivitas
    • Tips Menulis
  • Kehidupan & Refleksi
    • Kisah
  • Perjalanan
    • Cerita Dari Kota Tua
  • Sastra & Cerita Pendek
    • Cerpen
    • Film

Kata Kunci

Arsitektur Arsitektur Vernakular bantuan Naskah Belajar Menulis Brand Story Telling Cagar Budaya cerita dari bayah cerita pendek Cerpen Cerpen bintang Cerpen Fathoni Arief Cerpen Tentang Ayah dunia kepenulisan gerbong senja Guru Daerah Terpencil Guru Papua Inspirasi Jakarta jasa penulis Jasa Penulisan Kawah Ijen Kisah Kisah Ayrton Senna kisah dari bayah kisah ibu kota Kisah Perjalanan Kopi menulis menulis produktif merjan merjan air mata mudik Naftali naik pesawat pertama kali pengalaman naik pesawat penulis penulis profesional perjalanan perjalanan ke kawah ijen Prof Hardjoso Rawa Jati sayap yang hilang sejarah kopi sisi lain tentang ibu kota sosok sugeng

Pos-pos Terbaru

  • Lagu Sendu Sang Daradasih
  • Bunga Terakhir dari Balik Jeruji: Tragedi, Penantian, dan Penebusan
  • Mengenang Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso
  • Catatan Akhir Pekan: Tentang Menulis dengan Hati
  • Mengenang Ayrton Senna, Sang Legenda yang Menginspirasi

Arsip

  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Desember 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Mei 2024
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • November 2021
  • Januari 2021
  • Januari 2020
  • September 2019
  • Juni 2019

Home | Perjalanan | Refleksi | Cerita | Esai | Jasa | Tentang

©2026 Blog Fathoniarief | WordPress Theme by SuperbThemes